VALENTINE
Valentine mengapa engkau begitu diagung-agungkan dengan rasa bangga oleh semua orang.
Bahkan yang tak pernah kumengerti, kedatanganmu selalu ditunggu-tunggu semua orang didunia pada tanggal, 14 februari.
Sungguh rekan, ku tak pernah mengerti tentang kemuliaan Valentine atas nama kasih sayang….
Dapatkah kau beri tahu aku kebaikan dan memuliaan di bulan itu, 14 februari……?
Yakinkan aku bahwa hari itu patut dirayakan….tanamkan dihatiku dengan hujanmu tentang hari itu rekan….agar akupun dapat bersuka ria bersama kalian ditanggal itu kawan…..
Namun jika engkau tiada bisa menunjukan kemuliaan-kemuliaan dihari Valentine dengan hujanmu rekan, maka aku mohon bacalah goresan penaku ini REKAN……
Tahukah engkau Rekan tentang apa yang terkandung dihari itu bukanlah kemuliaan tapi kehinaan, kehinaan yang dibangun sejarah zaman yang berakhir pada kematian St. Valentine dengan kegigihannya menentang Raja Claudius II untuk menyembah dewa bukan Yesus.
Lalu ornamen anak kecil dengan anak panahnya adalah anak dewa matahari. Namrud yang tega berzina dengan ibu kandungnya.
Itukah yang patut sebagai hari kasih sayang Rekan-rekanita..?
Ketika zaman semakin berubah dan bergeserlah makna sejarah itu menjadi kian jauh, yang pada akhirnya melahirkan dilema yang kian menjamur dikalangan muda-mudi kita yaitu syahwat dan nafsu yang bertebaran dimana-mana.
Apa yang kau sebut mulia REKAN/rekanita ………!!!? Jika dihari itu akal dan pikiran kita telah dibantai habis-hanisan oleh tangan-tangan syahwat dan nafsu, aku kan menangis jika karena semua itu engkau bersuka ria, tapi jika semua itu yang kau sebut hari kemuliaan, kasih sayang, maka ajaklah aku merayakannya bersama kalian dan ikut bersuka ria bersama orang-orang sehingga kita akan beramai-ramai berada dalam kesengsaraan dan kesesatan, mengikuti apa yang tak pernah kita miliki pengetahuan tentangnya. Hal ini erat sekali hubungannya dengan akhlak muda-mudi yang perlu diperbaiki.
Ibnu Maskawih dalam buku Tahdzub al-Akhlak mengusulkan metode perbaikan akhlak melalui lima cara. Pertama, mencari teman yang baik. Banyak orang terlibat tindak kejahatan karena factor pertemanan. Kedua, olah pikir. Kegiatan ini perlu untuk kesehatan jiwa, sama dengan olahraga untuk kesehatan tubuh. Ketiga, menjaga kesucian kehormatan diri dengan tidak mengikuti dorongan nafsu. Keempat menjaga konsistensi antara rencana baik dengan tindakan. Kelima, meningkatkan kualitas diri dengan mempelajari kelemahan-kelemahan diri.
Oleh karena itu, marilah kita berakhlak sebagaimana nabi Muhammad SAW. Hanya dengan cara ini rajutan ukhuwah islamiyah yang terkoyak bias kita rangkai kembali. Mustahil terbina ukhuwah islamiyah yang solid jika kita masih menggunting dalam lipatan, menikam teman seiring, menyebut kelompok lain kurang islami atau bahkan kafir, emosional, anarkis dan sifat buruk lainnya. Marilah kita wujudkan cinta kepada Rosulullah
Tak ada sedikit niatpun terbesit dalam hatiku untuk merusak niatan
Silaturahmi yang akan kau bangun bersama kasih dan sayang. Tapi sesuaikanlah niatmu dalam membangun tali silaturrahmi dengan memberi coklat-coklat yang telah kau siapkan, serta bunga yang terangkai dengan indahnya atau hanya sekedar doa, itupun lebih baik dan akan membawamu ke pintu syurga-Nya.
Kutuliskan ini semua atas nama cinta dan kasih sayang untuk sesama REKAN/REKANITA se-iman dan se-agama.